Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2020

BAHASA INDONESIA : MENYIMPULKAN INFORMASI BERDASARKAN TEKS LAPORAN HASIL PENGAMATAN

 Teks laporan adalah  jenis teks yang berisikan paparan peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan seseorang atau kelompok atas dasar tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Beberapa hal yang harus dilaporkan pada laporan hasil pengamatan, yaitu sebagai berikut:

  1. Hal yang diamati
  2. Waktu pengamatan
  3. Hasil Pengamatan
  4. Kesimpulan

Ciri-ciri kesimpulan teks laporan yang baik adalah sebagai berikut: 

  1. Merupakan inti dari teks laporan.
  2. Dibuat berdasarkan gagasan pokok dan informasi yang terdapat pada teks laporan dengan kalimat sendiri.
  3. Berisi pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca.
  4. Gunakan kalimat yang mudah dipahami, kosakata baku, dan ejaan yang tepat.
Dalam mengambil informasi kita harus berpatokan pada kata tanya 5W 2H (What, Where, When, Who, Why, How, dan How much)
  1. What (Apa), kata tanya "Apa" digunakan untuk menanyakan hal, benda, kondisi yang sedang dibahas. Jawaban dari kata tanya "Apa" adalah sebuah pengertian atau sebuah penjelasan.

    Contoh : Apa yang dimaksud dengan teks laporan? (penjelasan)

  2. Where (Kemana/dimana/ dari mana), kata tanya "Kemana/dimana/ dari mana" digunakan untuk menanyakan lokasi atau tempat. Jawaban untuk kata tanya "Kemana/ dimana/ dari mana" adalah tempat atau arah yang ditanya.

    Contoh: Dimana alamat rumahmu? (tempat)

  3. When (Kapan), kata tanya "Kapan" digunakan untuk menanyakan waktu peristiwa. Jawaban untuk kata tanya "Kapan" adalah waktu kejadian, bisa dalam bentuk hari, tanggal, bulan, tahun, maupun jam.

    Contoh: Kapan ulang tahun sahabatmu? (Tanggal dan bulan)
  4. Who (Siapa), kata tanya "Siapa" digunakan untuk menanyakan nama, orang, atau pelaku. Jawaban dari kata tanya "Siapa" adalah nama, orang,  atau pelaku yang terlibat dalam sebuah pertanyaan.

    Contoh: Siapa orang berkacamata hitam yang berdiri di depan rumahmu? (orang)

  5. Why (Kenapa/ mengapa), kata tanya "Kenapa/ mengapa" digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab. Jawaban dari kata tanya "Kenapa/ mengapa" adalah sebab atau alasan peristiwa bisa terjadi.

    Contoh: Kenapa kamu tidak masuk sekolah kemarin? (alasan)

  6. How (Bagaimana), kata tanya "Bagaimana" digunakan untuk menanyakan keadaan, kejelasan, cara, proses pengerjaan sesuatu. Jawaban dari kata tanya "Bagaimana" adalah penjelasan tentang keadaan, cara, atau proses terhadap sesuatu yang ditanyakan.

    Contoh: Bagaimana cara kamu membuat pesawat kertas? (cara/proses)

  7. How much (Berapa), kata tanya "Berapa" digunakan untuk menanyakan banyak, jumlah, atau satuan. Jawaban dari kata tanya "Berapa" adalah banyak, jumlah,atau satuan yang ditanyakan.

    Contoh: Berapa umurmu sekarang? (jumlah).



Terima kasih kalian sudah membaca artikel ini. semoga kalian bisa mengambil pengetahuan dari tulisan ini. jangan lupa bagikan tulisan ini ke teman-temanmu ya, agar semakin banyak orang yang mendapatkkan manfaat.

Sampai bertemu di artikel selanjutnyaaa...

Selasa, 25 Agustus 2020

BAHASA INDONESIA : TEKS EKSPLANASI


TEKS EKSPLANASI

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses atau tahapan ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ terjadinya suatu fenomena atau peristiwa yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah, dan budaya.

Teks eksplanasi adalah suatu paragraf atau teks yang isinya menjelaskan informasi mengenai proses terjadinya suatu fenomena, baik itu fenomena alam, ilmu pengetahuan, serta kehidupan sosial dan budaya. Jenis teks ini sering ditemukan dalam buku-buku sains, geografi dan sejarah.

Pada teks eksplanasi terdapat penjelasan tentang hubungan sebab-akibat tersebut dengan menggunakan kata tanya “mengapa” dan “bagaimana” suatu peristiwa terjadi.

Tujuan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan tentang “mengapa” dan “bagaimana” suatu fenomena atau peristiwa terjadi. Misalnya, artikel tentang dampak global warming, peristiwa meletusnya gunung merapi, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi:

  1. Semua informasi yang disampaikan di dalam teks adalah berdasarkan fakta (faktual) tanpa adanya tambahan opini dari penulis.
  2. Topik yang dibahas di dalamnya adalah fenomena yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau bersifat ilmiah.
  3. Jenis teks ini bersifat informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca untuk mempercayai hal-hal yang dibahas.
  4. Struktur teksnya terdiri dari tiga jenis, yaitu; pernyataan umum, deretan penjelas atau sebab-akibat, dan interpretasi.
  5. Penjelasan di dalam teks ini menggunakan urutan , seperti; Pertama, Kedua, Ketiga, dan lainnya

STRUKTUR TEKS EKSPLANASI

Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Pernyataan Umum Pada bagian pernyataan umum memuat tentang penjelasan umum mengenai suatu topik atau peristiwa yang dibahas. Pernyataan umum ini bisa berupa pengenalan atau penjelasan singkat tentang suatu peristiwa/ fenomena.
  2. Deretan Penjelas Pada bagian deretan penjelas terdapat informasi mengenai sebab-akibat suatu peristiwa atau fenomena. Bagian deretan penjelas ini disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjelaskan suatu peristiwa secara berurutan dari awal hingga akhir.
  3. Interpretasi Interpretasi merupakan teks penutup dan bukan suatu keharusan. Pada bagian interpretasi ini menjelaskan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas dari topik yang dibahas.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
  • Pembahasan topik lebih fokus pada hal-hal yang bersifat umum. Contoh; gempa bumi, gunung meletus, tsunami, badai, dan lain-lain.
  • Dalam penulisannya harus menggunakan istilah-istilah yang ilmiah.
  • Dalam penulisannya harus menggunakan kalimat pasif.
  • Penulisannya banyak menggunakan kata hubung sebab akibat dan waktu. Contoh; sebelum, pertama, jika, kemudian, sehingga, karena, oleh sebab itu.

CONTOH

Judul: Gerhana Bulan

1. Pernyataan Umum (Pembuka) 
        Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan. Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar. Akan ada saat dimana terjadi perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Nah, gerhana bulan akan terjadi apabila bulan beroposisi dengan titik nude tersebut. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya. 

2. Deretan Penjelas (Isi) 
        Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi. Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat. Untuk mengamati gerhana bulan, dapat Anda lakukan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Pada saat terjadi gerhana bulan, umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf). 

3. Penutup (Interpretasi) 
        Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.
jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar sebagai motivasi penulis untuk terus berkarya.
nantikan juga artikel selanjutnya yaa..

Senin, 10 Agustus 2020

BAHASA INDONESIA: JENIS-JENIS PARAGRAF


Paragraf adalah bagian dari sebuah karangan/ bacaan. Paragraf terdiri dari beberapa kalimat yang berhubungan antara satu sama lain dalam suatu rangkaian dan menghasilkan sebuah informasi. Kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf terdiri dari Kalimat utama dan Kalimat Penjelas. 

Paragraf menjadi bagian penting dalam suatu bacaan. Dalam sebuah bacaan, paragraf memiliki berbagai macam tujuan tergantung dari jenis paragraf tersebut. Jika sebelumnya kita mempelajari tentang jenis paragraf berdasarkan letak Ide Pokok (jika lupa kalian bisa klik di sini), kali ini kita akan mempelajari jenis paragraf berdasarkan tujuan penulisannya.

JENIS-JENIS PARAGRAF

Jenis-jenis paragraf terbagi menjadi 5, yaitu:
  1. Paragraf Eksposisi
  2. Paragraf Deskripsi
  3. Paragraf Persuasi
  4. Paragraf Argumentasi
  5. Paragraf Narasi

1. PARAGRAF EKSPOSISI

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang memberikann informasi atau pengetahuan kepada si pembacanya. Paragraf Eksposisi bertujuan untuk menambah wawasan yang bersifat ilmiah.

        Ciri-ciri paragraf eksposisi:
  • Berusaha menjelaskan sesuatu
  • Gaya tulisannya bersifat infomatif
  • Didukung dengan data dan fakta
Contoh:
Hewan karnivora merupakan jenis hewan pemakan daging. Hewan jenis karnivora mempunyai ciri – ciri gigi yang sangat tajam dan rahang yang sangat kuat. Gigi dan rahang berfungsi sebagai mencabik-cabik daging mangsanya. Hewan dengan jenis yang satu ini diantaranya seperti harimau, singa, buaya, beruang, elang dan lain sebagainya.

Paragraf di atas termasuk jenis paragraf eksposisi karena dalam paragraf tersebut tulisannya bersifat informatif, memberikan informasi kepada pembaca mengenai Hewan Karnivora. Selain itu dalam paragraf juga memberikan data dan fakta contoh-contoh hewan karnivora.

2. PARAGRAF DESKRIPSI

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sebuah objek, orang, tempat, atau peristiwa sejelas-jelasnya kepada si pembaca, sehingga si pembaca seakan-akan bisa menggambarkan objek, orang, tempat atau peristiwa yang dideskripsikan. Tujuan dari paragraf ini untuk memberikan kesan nyata bagi si pembaca.

        Ciri-ciri paragraf deskripsi:
  • Isinya menggambarkan suatu benda, orang, tempat, atau peristiwa tertentu
  • Penggambarannya melibatkan pancaindra, diantaranya indra penglihatan, indra pendengaran, indra pembau, indra pengecapan, dan indra peraba
  • Orang yang membaca atau diceritakan ikut merasakan objek yang dimaksud (dalam imajinasinya)
Contoh:
Ruangan berukuran 5m x 5m ini terlihat tidak layak untuk ditempati. Tidak ada dinding. Hanya ada anyaman bambu untuk menghalau angin yang menusuk ke tulang. Tidak ada penyekat. Hanya ada sebuah kasur ukuran single di pojok depan. Terdapat kompor dan alat memasak lainnya di pojok belakang, berdampingan dengan pintu yang mengarah ke kamar mandi. Almari yang sudah tidak kokoh lagi merapat ke dinding dan di isi penuh dengan pakaian. Sajadah, mukena, dan Al Quran diletakkan berjejer di atas almari. Karpet direntang di sekitar kasur dengan satu meja kecil di samping kasur itu. Buku-buku tertata rapi di atas meja. Tidak ada foto atau hiasan dinding apapun yang digantung, kecuali satu buah kaligrafi perak dengan gambar Ka’bah. Tempat tinggal bapak dan ibu Anis ini memperlihatkan sebuah kesederhanaan dalam hidup.

Paragraf di atas termasuk ke dalam paragraf deskripsi, karena dalam isi paragraf tersebut menggambarkan sebuah ruangan secara rinci sampai penempatan-penempatan benda di ruangan tersebut, sehingga seolah-olah kita bisa membayangkan/ menggambarkan berada di ruangan tersebut.

3. PARAGRAF PERSUASI

Paragraf Persuasi adalah paragraf yang berisi unsur, ajakan, imbauan, bujukan, atau saran kepada si pembaca. Tujuan dari paragraf persuasi adalah mengajak pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Tentunya berbeda dengan menghipnotis ya, karena melakukan sesuatu sessuai dengan keinginan penulis ini maksudnya pesan ajakan si penulis kepada pembaca tersampaikan dan pembaca ikut melakukan apa yang penulis ajak.

        Ciri-ciri paragraf persuasi:
  • Penulis mengungkapkan pendapatnya
  • Memberikan fakta yang mendukung pendapat penulis
  • Ada kalimat ajakan pembaca melakukan sesuatu
Contoh:
Pemilihan umum tinggal menghitung hari. Ayo gunakan hak pilih kita untuk memilih presiden yang terbaik untuk Negara Indonesia kita ini. Jangan sampai hak suara Anda disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan pula golput. Perlu kita ingat bahwa masa depan Negara kita selama 5 tahun ke depannya bergantung oleh pilihan kita, yaitu pada tanggal 2 Juni 2018. Oleh karena itu, marilah kita semua datang ke TPU dan gunakan hak pilih kita. Ingat, jadilah pemilik yang bijak. 

Paragraf di atas termasuk paragraf persuasi karena terdapat kalimat ajakan "Ayo gunakan hak pilih kita untuk memilih presiden yang terbaik untuk Negara Indonesia kita ini." dan juga ditutup dengan kalimat "marilah kita semua datang ke TPU dan gunakan hak pilih kita. Ingat, jadilah pemilik yang bijak."

4. PARAGRAF ARGUMENTASI

Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang berisi pendapat dengan disertai dengan bukti penjelasan, contoh, atau alasan kuat. di paragraf ini penulis menuangkan isi pikirannya dalam bentuk pendapat pribadi dalam sudut pandangnya.

        Ciri-ciri paragraf argumentasi:
  • Terdapat pendapat penulis
  • Memiliki alasan kuat berdasarkan fakta
Contoh:
Wilayah Jakarta Barat terendam banjir setinggi lutut. Banyak rumah warga yang terendam banjir. Aktivitas warga di daerah tersebut juga terhambat. Sekolah sekolah diliburkan. Banyak kendaraan bermotor yang tidak dapat beroperasi akibat terendam banjir. Menurut berbagai media massa menyatakan bahwa banjir yang terjadi tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Wilayah tersebut diguyur hujan deras selama tiga hari berturut- turut sehingga sungai pun tidak mampu menampung air hujan.

Paragraf di atas termasuk paragraf argumentasi karena terdapat pendapat yang dituliskan  dan ada kata 'menurut' seperti pada contoh "Menurut berbagai media massa menyatakan bahwa banjir yang terjadi tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Wilayah tersebut diguyur hujan deras selama tiga hari berturut- turut sehingga sungai pun tidak mampu menampung air hujan."

5. PARAGRAF NARASI

Paragraf Narasi adalah paragraf yang berisi tentang kisah, cerita, atau pengalaman. hal yang paling mencolok dalam paragraf narasi adalah adanya urutan waktu cerita dan tokoh. Paragraf narasi bertujuan untuk menceritakan atau mengisahkan peristiwa atau pengalaman, sehingga pembaca seolah-olah merasakan sendiri peristiwa tersebut.

        Ciri-ciri paragraf narasi:
  • Ada urutan waktu cerita
  • Ada konflik atau masalah dalam cerita
  • Di dalam cerita ada tokoh
Contoh:
Di suatu pagi yang sangat cerah, Elsa pergi mencari kayu bakar di hutan, ia tak sendirian karena ia pergi bersama sang Kakek. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, ia mendengar suara-suara hewan yang nyaring. Namun ia takut karena itu pengalaman pertamanya untuk mencari kayu bakar di hutan.

Paragraf di atas termasuk paragraf narasi karena dalam paragraf tersebut menceritakan pengalaman hidup tokoh bernama Elsa,  terdapat konflik dalam cerita tokoh mengalami rasa takut pada saat mencari kayu bakar.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.
jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar sebagai motivasi penulis untuk terus berkarya.
nantikan juga artikel selanjutnya yaa...

Rabu, 05 Agustus 2020

BAHASA INDONESIA : IDE POKOK

IDE POKOK adalah ide/gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok bisa juga kita sebut sebagai GAGASAN UTAMA. Ide pokok terdapat di kalimat utama dan setiap satu paragraf hanya ada satu ide pokok.

Dalam sebuah paragraf terdapat 2 jenis kalimat:

1. Kalimat utama, yaitu kalimat yang menjadi inti pembahasan dari sebuah paragraf.

2. Kalimat penjelas, yaitu kalimat yang mendukung atau menjelaskan dari kalimat utama.

bisa kita simpulkan bahwa kalimat utama bisa berdiri sendiri tanpa ada kalimat penjelas, namun kalimat penjelas tidak dapat berdiri sendiri.

Yang perlu kalian ingat adalah Kalimat utama tidak sama dengan Kalimat pertama. d

lalu berada dimanakah kalimat utama itu??

Sebelum mengetahui letak kalimat utama, yuk kita berkenalan dengan beberapa jenis paragraf.

JENIS-JENIS PARAGRAF

1. PARAGRAF DEDUKTIF

Paragraf deduktif adalah paragraf yang bermula membahas hal-hal yang bersifat umum atau luas, lalu mengerucut atau mengarah ke pembahasan yang lebih khusus. pada paragraf deduktif Kalimat Utama terletak di awal paragraf.

     Ciri-ciri paragraf deduktif:
  • Kalimat utama berada di awal paragraf
  • pola dalam paragraf membahas dari hal umum ke hal khusus
Contoh:
Kecelakaan akibat mengantuk masih sering terjadi. Tercatat, sepanjang tahun 2018, sudah 12 orang meninggal karena kecelakaan mobil, terutama di jalan tol. Mengendarai mobil saat mengantuk bisa menyebabkan kecelakaan beruntun yang berakibat merugikan banyak orang. Insiden kecelakaan karena mengantuk ini bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam.

Kalimat bercetak tebal adalah kalimat utama, kenapa? karena jika kita lihat kalimat selanjutnya menjelaskan kalimat pertama. seperti kalimat "Tercatat, sepanjang tahun 2018, sudah 12 orang meninggal karena kecelakaan mobil, terutama di jalan tol." Kalimat ini mengacu pada kalimat pertama dan menjelaskan jumlah orang yang meninggal akibat kecelakaan.

2. PARAGRAF INDUKTIF

Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf. pada awal paragraf induktif diberikan kalimat-kalimat penjelas yang akhirnya menjadi disimpulkan dalam kalimat utama di akhir.

    Ciri-ciri paragraf induktif:
  • Diawali dengan kalimat penjelasan
  • Kalimat utama berada di akhir paragraf
  • pola dalam paragraf membahas hal khusus lalu disumpulkan ke hal umum
Contoh:
Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang akan timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis dan demam berdarah. Masalah kesehatan pada korban dan masyarkat di sekitar lokasi lokasi bencana harus segera diantisipasi. Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.

Kalimat bercetak tebal adalah kalimat utama, karena memberikan kesimpulan dari kalimat penjelas sebelumnya. selain itu kalimat sebelumnya menjelaskan tentang macam-macam penyakit yang akhirnya dibahas secara umum di kalimat terakhir.

LANGKAH MENEMUKAN IDE POKOK

  1. Baca seluruh paragraf dengan cermat
  2. Cermati kalimat pertama hingga akhir
  3. Carilah kalimat utama dari paragraf (ingat kalimat utama dapat berdiri sendiri. jika kalian hilangkan kalimat lainnya dia masih bisa berdiri sendiri. Bisa berada di awal atau akhir paragraf)
  4. Tandai informasi penting yang sesuai dengan pembahasan kalimat utama.


Demikian artikel ini dibuat. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.
jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar sebagai motivasi penulis untuk terus berkarya.
nantikan juga artikel selanjutnya yaa...

Semangat Belajar!